jump to navigation

what is pituku? November 8, 2008

Posted by pituku in deep hearth.
Tags: , ,
2 comments

Pasti penasaran kan? he..he.. kalo gak penasaran tetep harus penasaran (more…)

Dulu 4,44 sekarang 3,33 May 27, 2008

Posted by pituku in deep hearth.
15 comments

Sedikiet menyesal, tapi tetep, my lord decision, tiap keputusan yang keluar adalah keringat yang tabisa saya bayar. Pengabdiannya meskipun sebagus apapun atau seburuk apapun, sebagai rakyat, akan saya dukung.
20 ribu adalah sejumlah uang yang sering aku belanjakan minimal 4 kali dalam sebulan. 30 persen adalah nilai atau besar yagn dikeluarkan presiden untuk kenaikan BBM.
Aku (baca : motorku) tak bisa bejalan lebih jauh dari kemarin (berlebihan, asline bisa). Aku tak bisa menyimpan uang sebanyak kemarin (emang kemarin aku nyimpan uang). Aku takbisa segembira kemarin (susah senang silih berganti). Dan aku sangat sedih tak sesedih hari nanti (emang bisa liat hari nanti). Aku tak bisa seserius kemarin (everflamboyan).
asdf qwerty :( :( (

Menentukan masa depan(ku) March 30, 2008

Posted by pituku in deep hearth, jadi scientist.
6 comments

Kerja, nerusin kuliah abroad, apa nerusin kuliah disini aja ya ?

Pertanyaan diatas selalu terngiang-ngiang dikepala. Maklum, Insya Allah, tahap sarjana akan segera selesai. Masih bingung menentukan jalan selanjutnya. Selalu terbayang cita-cita yang tinggi, biar ortu bangga, bisa berguna bagi bangsa dan negara. Tugas akhir alhamdulillah sudah hampir selesai banyak waktu terbuang percuma, pengen belajar ini pengen belajar itu, pengen les ini pengen les itu, banyak keinginan yang akhirnya gak juga kesampaian. Malam nge-Lab, siang tidur (kayak kelelawar aja). Duhhh gak teraktur banget. Pengen mengakhiri ini dan memulai sesuatu yang baru.

BungaKemarin malam, waktu sedang menjenguk teman-teman di lab bawah, kutemukan buku putih berjudul “Beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho/MEXT)” kata desi_lavender sih buku itu kepunyaan siapa gitu cuman karena berserakan ya aku ambil dan kubawa keatas (Laboratorium Tugas Akhir) aja. Kubaca sampai habis karena gak terlalu tebal. Buku ini mengingatkanku pada keinginanku beberapa bulan yang lalu. Ya, aku ingin kuliah di jepang. Selain institusinya bagus, aku juga suka jepang karena negaranya menarik, bergunung-gunung, dan yang tak kalah menarik kisah sejarah samurai yang mulai aku lirik setelah melihat serial kartun “Samurai X”, serial Dorama, dll.

Namun, keinginan itu mulai aku tinggalkan karena ada beasiswa dalam negeri yang “sepertinya” lebih mudah didapatkan. Mudah dalam arti tak membutuhkan kemampuan baha asing (kalaupun butuh mungkin hanya sebatas persyaratan masuk–TOEFL). Sedangkan jalan untuk mendapatkan beasiswa ke jepang belum aku dapatkan.

Tadi malam setelah aku baca buku putih tipis besar tadi, aku jadi kepingin lagi untuk melanjutkan studi ke luar negeri khususnya jepang. Kumulai dengan membuka website institusi dan universitas di jepang, ku ceklak ceklik kucari jurusan yang sebidang dengan jurusan yang sekarang. Ohh ternyata ada, setelah itu aku terus telusuri untuk mendapatkan kontak seorang profesor untuk mendapatkan LoA. LoA adalah salah satu persyaratan untuk mendapatkan beasiswa U to U (Aku dapat dari buku putih tadi). Di halaman research kutemukan satu profesor dan beberapa mahasiswanya yang sedang mengerjakan riset. Hemmm. Riset mereka tidak asing bagiku, Kesimpulank, Jurusan ini cocok untuk melajutkan Studi untuk aku. Setelah menemukan halaman itu aku jadi tertarik kembali untuk menuntut ilmu disana. Harapan terbentang, jalan terbuka. hemmm apakah semudah yang aku kira, aku tak tau apakah jalan itu benar-benar bisa aku lewati.

Disamping itu semua, aku juga tak segan melamar kerja seadanya. Hanya untuk memenuhi pesan Bapak. “Kerja apapun diambil, jangan pulang setelah kuliah usai (kejam.. haaaa)”. Jadi teringat pengalaman ini. Ha.h.a..

Bagaimana denganmu teman? apakah masa depanmu sudah tergambar di kepalamu?